TOEFL
merupakan singkatan dari Test OF English as a Foreign Language. TOEFL
itu sendiri merupakan standarisasi kemampuan bahasa Inggris seseorang
secara tertulis (de jure) yang meliputi tiga aspek penguasaan,
yaitu: Listening, Writing, dan Reading. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa
dicapai seseorang adalah 675. Tujuan test TOEFL itu sendiri memiliki
berbagai tujuan seperti Akademik (beasiswa dalam dan luar negeri, syarat
pendidikan S1, S2, & S3, penelitian, dll) dan Umum (melamar
pekerjaan, kenaikan pangkat, dll). Banyak peserta tes TOEFL yang
mengalami kegagalan atau tidak memenuhi standar minimal yang ditetapkan
untuk bidang tertentu. Oleh karena itu, untuk mendapatkan nilai TOEFL
yang bagus diperlukan berbagai teknik dan strategi cara belajar dan menjawab TOEFL dengan baik.
Berdasarkan
hasil tes TOEFL yang mendapatkan nilai yang berada di bawah standar
minimum (S1 500, S2 550), kebanyakan mempunyai permasalahan yang
rata-rata sama yaitu tidak adanya panduan mengerjakan soal-soal TOEFL
tersebut. Pengerjaan soal TOEFL sebenarnya tidak terlalu sulit kalau
kita mengetahui jurus-jurus untuk memecahkan soal tersebut.